Senin, 13 Februari 2017

Belum Tentu

Seseorang yang pergi ke kamar mandi belum tentu untuk mandi, bisa juga dia melakukan yang lainnya diluar dari mandi tersebut. Membersihkan kamar mandi, buang air dan yang lainnya.

Seseorang yang pergi membawa bantal belum tentu untuk tidur, bisa juga dia melakukan yang lainnya diluar dari tidur tersebut. Perang bantal yang membuatnya tidak bisa tidur.

Seseorang yang pergi ke sekolah belum tentu untuk belajar, bisa juga dia melakukan yang hal lainnya yang lebih seru dibandingkan dengan belajar yang sangat membosankan dan membutuhkan kesabaran tinggi.

Seseorang yang pergi bekerja belum tentu untuk mendapatkan uang, bisa juga dia melakukan hal lain yang lebih berharga dari segenggam uang yang diraihnya. Persaudaraan dan kekeluargaan yang terbentuk dari proses kerja yang dia jalani.

Seseorang yang pergi ke tempat ibadah belum tentu untuk beribadah dengan khusyuk, bisa juga dia melakukan hal lainnya. Seperti ingin dilihat orang, ingin bertemu dengan seseorang atau yang lainnya, yang tersembunyi dalam hatinya.

Seseorang yang berbuat baik juga belum tentu dengan niat tulus ihklas berbuat baik, bisa juga "ada udang dibalik batu" atau ada maunya. Seperti jual beli kebaikan atas dasar pahala dan surga. Sehingga kebaikan-kebaikan yang ada berwarna-warni menyelimuti isi bumi dengan segala keindahan.

Seseorang yang gemar membantu orang lain juga belum tentu dengan suka rela dia membantunya, bisa juga dia melihat dulu yang akan dibantunya tersebut. Apakah dengan membantunya, dia dapat membantu kembali pada saat dia kesusahan. Apakah yang akan dibantu itu satu golongan dengan kita atau tidak? Apakah jika kita bantu dia, kita akan mendapatkan hadiah? Hanya hati dan perilaku sehari-harinya yang dapat menjawab hal tersebut. Berlatih dengan rasa sabar, sukur, kecewa dan gembira.

Seseorang yang tetap menetap bersama kita belum tentu dia setia, bisa juga dia melakukan yang lainnya diluar dari kesetiaan tersebut. Tidak ada pilihan lain atau tetap senang bersama kita dengan segudang kesabaran yang dia miliki. Menjadi pelengkap disaat sepatu membutuhkan kaos kaki untuk kenyamanannya dan kendaraan membutuhkan mesin agar bisa dikendarai.

Hidup ini memang unik, banyak hal yang  "belum tentu" kita ketahui tetapi dengan pengetahuan terbatasnya menjadi tahu akan segala hal. Hanya asumsi belaka yang tidak dilanjutkan dengan kajian mendalam. Hanya berteriak kosong tanpa isi sehingga tidak membekas pesan yang disampaikannya. Hanya berupaya kuat didepan orang padahal lemah. Hanya berupaya senang dalam sebuah kumpulan padahal sedih tak berakhir.

Dengan "belum tentu" inilah seharusnya manusia dapat lebih mendalami lagi makna dari sebuah kehidupan yang tidak mudah terbawa arus dan mainstream yang ada. Karena manusia yang menciptakan kondisinya dan hanya manusia yang dapat mengatur kondisinya. Hanya sedikit yang mampu berpikir lebih mendalam, sehingga kebanyakan orang hanya mengikutinya saja.

Kamis, 26 Januari 2017

Memanusiakan Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal yang sangat unik, dimana dinamika kehidupannya bergerak begitu cepat, daya tangkap dan pemahaman yang berbeda. Kebenaran yang akan datang akan melihat suara terbanyak dengan dukungan untuk satu kepentingan, tanpa telaah dan perwujudan musyawarah.

Ketika suatu masalah hanya dapat dilihat dari salah dan benarnya saja. Terlalu cepat bagi seseorang mengambil kesimpulan dalam hidup akan suatu masalah, sehingga benar dan salah itu bersifat pada saat itu saja. Hanya sedikit diantaranya yang menulusuri lebih dalam akan sebuah masalah yang terjadi sampai pada akarnya, sehingga masalah yang sudah diatasi akan selalu tumbuh dengan masalah berikutnya yang lama kelamaan akan semakin berkembang dan tumbuh subur pada pemegang kepentingan.

Solusi terbaik sering kali diabaikan karena pola pikir yang menempatkan bahwa kesalahan harus dihukum dan kebenaran harus ditegakkan. Kesalahan bagaikan jurang neraka yang dapat menampung para pelakunya dalam panasnya bara api. Kebenaran bagaikan surga yang memberikan senyum bahagia pada para pelakunya. Adakah yang masih memikirkan bagaimana cara untuk memperbaiki sebuah kesalahan itu? Dengan cara yang akan semakin menguatkan, sehingga kebenaran yang berlaku bukan untuk membuang para pelaku kesalahan itu ke neraka, melainkan merangkulnya untuk masuk surga bersama.

Seorang guru bijaksana dengan segala kerendahan hatinya pernah berpesan mengenai kesalahan dan kebenaran dalam beberapa solusinya, terutama terkait dengan hubungan manusia. Tentang ajaran ketika melihat seseorang yang berbuat kesalahan, yaitu;

1. Tutupi aibnya, jangan di umbar.

Kesalahan dari seseorang bisa jadi secara tidak sengaja atau disengaja. Kemungkinan besar tidak ada yang tahu kenapa orang tersebut berbuat salah. Salah menurut kita belum tentu salah menurut dia, begitu pun sebaliknya.

Misal, seorang pelacur itu merupakan sehina-hinanya perempuan, yang menjual dirinya untuk tiket neraka bagi para pembelinya. Kita sepakat bahwa hal itu adalah sebuah kesalahan tentang kehinaan dirinya dalam pandangan masyarakat. Tetapi, sedikit kali dari kita yang dapat menyelami sebab-akibat dirinya melakukan pelacuran tersebut dan memberikan solusi pengganti dari pekerjaan hinanya. Kita lebih asik dan lebih suka untuk membuka aibnya dan mengumbarnya ke depan masyarakat luas, sehingga dia tidak diterima dimasyarakat dan hina disemua tempat. Akibat besar dari hal ini adalah semakin kuatnya dia untuk menjadi pelacur, sehingga tiada harapan untuk memperbaiki dirinya dikala masyarakat tetap menilainya dengan nilai terendah. Sedikit dari kita yang dapat memahami sebab-akibatnya dan mau untuk merubahnya dengan pembinaan yang positif. Seperti memberikannya keterampilan yang dapat menjadi mata pencahariaannya seperti salon, menjahit, menulis, mengajar dan sebagainya.

Dengan cara yang manusiawi inilah derajat manusia akan terangkat menjadi pembawa rahmat bagi alam semesta. Aib yang ada menjadi sebuah inspirasi bagi mereka yang masih terjebak dalam kesalahan. Harapan untuk hidup lebih baik akan terbuka lebar, tatkala aib itu tertutup dan tidak terumbar pada masyarakat umum. Bau yang tak sedap dari sebuah kesalahan dapat menjadi pupuk pada tanaman yang akan tumbuh subur, berkembang dan berbuah yang dapat dinikmati oleh semua orang.

2. Nasehati secara personel dan rahasia.

Ketika seseorang itu salah, nasehatilah dengan cara personal dan rahasia, jangan didepan umum atau dihadapan masyarakat ramai. Kita diperintahkan untuk saling menasehati dalam kebaikan dan bersabar dalam menjalaninya. Dengan cara personal dan rahasia inilah kita dapat membuka sebab akibat dari seseorang yang melakukan kesalahan. Semua terbuka lebar dan luas tentang alasannya mengambil tindakan kesalahannya itu, lalu dengan mudahnya kita untuk memberikan kebenaran yang harus dia lakukan dikemudian hari.

Seseorang yang sudah bercerita panjang lebar tentang kesalahannya memiliki harapan untuk dapat merubahnya ke hal-hal yang baik. Bagaikan seseorang yang tersesat dijalan, kemudian dia bertanya untuk menemukan jalan tujuannya yang benar. Dengan cara personal inilah akan tumbuh sifat kekeluargaan yang kuat dan dapat saling percaya untuk bahu-membahu memperbaiki kesalahan.

3. Meminta tolong orang ketiga dengan keyakinan bahwa orang tersebut bisa menasehatinya.

Ketika kita sudah menutup aibnya, tidak mengumbar aibnya dan menasehatinya secara personal kepada seseorang yang berbuat kesalahan itu tidak berhasil, maka temukanlah seseorang yang dapat menasehatinya. Setiap manusia memiliki seseorang yang sangat dihormati, dipatuhi dan disegani dalam hidupnya, sehingga satu kata dari orang tersebut dapat membuka pintu hidayah untuknya.

“Serahkanlah sesuatu kepada yang ahlinya.” mungkin inilah kiasan yang tepat untuk seseorang yang sangat keras dan merasa benar sendiri, sehingga kehadiran orang ketiga yang mampu menasehatinyalah kunci dari perbaikan dirinya kearah kebenaran. Dengan begitu, solusi untukmemperbaiki sebuah kesalahan akan dapat merekat erat diantaranya. Tanpa ada tusukan dan tikaman yang menjatuhkan orang-orang bersalah.

Rabu, 11 Januari 2017

Manusiawinya

Manusiawinya adalah manusia sangat senang dengan pujian dan benci terhadap hinaan. Padahal manusia tercipta dari sebuah kehinaan, ketika sperma menemukan ovum, disanalah awal mula terbentuk manusia. Terbuat dari tanah dan akan kembali ketanah. Tanah sebagai tempat berpijaknya manusia, namun tak ada satu pun manusia yang sudi dipijak.

Manusiawinya adalah manusia tidak suka untuk disalahkan dan mereka memiliki seribu alasan untuk mengelaknya, bahkan ada yang berlindung dibalik ayat-ayat cinta suci.
Padahal manusia adalah tempatnya salah dan lupa, yang setiap kali diucapkan di mimbar suci dengan banyak manusia lain yang mendengar "jika ada kesalahan itu datangnya dari saya, selaku manusia biasa, dan kebenaran itu hanya datang dari Illahi ......  ". Lalu tak heran jika manusia lupa akan hal ini.

Manusiawinya adalah manusia akan berusaha untuk membalas semua perbuatan yang diberikan oleh manusia lain kepadanya, membalas dengan kebaikan ataupun keburukan. Baik dibalas dengan kebaikan dan buruk dibalas dengan keburukan. Dan hebatnya untuk membalas keburukan yang paling banyak diminati oleh mereka. Tolak ukurnya mudah, hanya berfokus pada benar dan salah menurut keyakinannya, dan mengesampingkan solusi untuk memperbaikinya secara baik-baik dan kekeluargaan. Sedangkan Sang Maha Pembalas pun duduk terdiam dan melihat manusia-manusia ini dengan tersenyum.

Aku hanya berlindung kepada Kau yang memiliki 99 nama indah, yang juga merupakan sifat-sifat dariMu. Dalam doaku, semoga dapat belajar memanusiakan manusia dengan 99 nama Mu.
Rasa, cinta, kasih, sayang, kedamaian, ketentraman dan ketenangan untuk bersanding kepadaMu.

Subuh Bergetar

Adzan subuh berkumandang membuat hatiku berdebar kencang.
Mata yang berat akibat kantuk sirna menjadi terang menerang, menatap tajam.
Ingatan masalalu datang menyelimuti kabut gelap di akhir malam.
Nafas sesak udara ku hirup membuat jantung bekerja lebih keras.
Dadaku terasa panas dengan pikiran yang tak kunjung berhenti, tentang sabda-Mu dan kenyataan yang ku lihat sendiri.

Banyak hal yang ingin ku tanyakan padaMu, untuk mengungkap tabir kehidupan ini.
Tentang apa yang mereka perjuangkan untukMu.
Tentang nilai yang kau hembuskan dalam 99namaMu.
Tentang bacaan yang menjadi petunjuk jalan untuk menghadapMu.
Tentang rasa yang harus ku telan demi menghadirkan diriMu.
Tentang pasrah yang harus aku lakukan demi skenario terindahMu.
Tentang cinta yang selalu Kau getarkan hati dan jiwaku untuk selalu mengingatMu.

Mengingatmu adalah sesuatu yang terlalu menarik untuk akalku, mencari ujung dari masalah-masalah yang terjadi, yang saling berkaitan satu sama lainnya, saling turun menurun, dan saling berpelukan dengan mesra. Hanya denganMulah, aku dapat menelusurinnya, hingga ujungnya pun mustahil aku dapat, dan aku banyak sekali menemukan persimpangan.

Dipersimpangan itulah ku temui banyak pintu, yang belum pernah aku ketahui jalan untuk kemana.
Jika aku tersesat, berikanlah aku kesesatan yang indah, yang dapat memberiku banyak pelajaran, pemaknaan yang dalam, kemanusiaan yang tinggi, kasih sayang yang melindungi, nilai2 kebaikan luhur budi pekerti yang dapat digali agar dapat merubah peradaban sejahtera dan damai.
Aku minta petunjukMu, dan memintaMu untuk selalu mendampingiku, dengan cara aku melibatkanMu dalam segala sesuatu.

Terima kasihku kepadaMu, Sang Pencipta Fajar.

Jumat, 25 November 2016

Kebenaran dan Pembenaran

Mencari "Kebenaran" itu sejatinya ada pada hati dan mencari sebuah "Pembenaran" ada pada akal pikiran. Bagaimana bisa aku mencari Kebenaran sedangkan hati dan pikiran selalu beradu argumen dan saling hantam satu dengan yang lain sehingga menimbulkan kerusuhan batin.

Tentang Kebenaran adalah mutlak dari Sang yang Maha Benar. Sedangkan pembenaran adalah keraguan seseorang yang meminta untuk dipastikan Benar. Semakin dalam untuk dipahami maka semakin besar Kebenaran yang akan didapatkan dari Sang Maha Benar melalui apapun itu. Sehingga kita dan Dia dapat melebur menjadi satu dalam jiwa yang selalu mencari Kebenaran.

Tentang Pembenaran adalah hasil karya ide dan pemikiran seseorang untuk mengungkapkan dirinya dari hasil penelusurannya dalam mencari Kebenaran. Suara terbanyaklah yang dapat mempengaruhi Pembenaran menjadi sebuah Kebenaran. Entah bagaimana yang salah menjadi benar, Pembenaran tetaplah sebuah pemaksaan kehendak dari sebuah pencarian yang terhenti.

Teruslah melangkah mencari sebuah Kebenaran, karena bisa jadi Pembenaran yang ada sekarang akan bertentangan dengan Kebenaran yang akan datang, ataupun sebaliknya.

Kebenaran sejati hanya milikNya dan memiliki makna yang sangat luas dengan sudut pandang yang tidak terhingga.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Orang-orang Terbaik di Luar

Negaraku tercinta, 
Aku sungguh tidak tahu apa yang kau inginkan.
Kekayaan alam yang melimpah ruah.
Kebudayaan yang sangat beragam.
Dan banyak pulau yang menyebar padamu.

Negaraku tercinta,
Aku sungguh tidak paham akan sumber daya manusiamu.
Banyak yang berkualitas tinggi tingkat dunia, 
tetapi kau biarkan mereka tetap diluar.
Seperti orang tua yang sedang menghukum anaknya,
sehingga tanpa kau sadari, mereka menjadi bintang dan emas diluar sana.

Mereka putra-putri negara yang dapat merubah dunia.
Mereka yang asli berasal dari Negara yang memiliki peradaban tinggi.
Mereka yang sering berlinang air mata ketika menyanyikan lagumu.
Mereka yang selalu bergetar hatinya ketika memandang gagah garudamu.
Mereka yang berusaha untuk membawamu keatas dunia, guna menampilkan dirimu.
Tapi sayang, harus banyak cercaan yang mereka hadapi,
dari orang-orang asli pribumi yang masih di negeri ini 
dan tidak pernah berpikir sehat.

Namun mereka harus melanjutkan hidup.
Untuk negara yang bukan tempat mereka lahir.
Untuk kehidupan yang lebih baik dan menghargai kualitas seseorang.
Untuk menyebar namamu dengan kearifan perilakunya.
Untuk mencoba kembali ke tanah lahir mereka.
Dalam jiwa yang dalam, mereka masih berteriak bahwa "kau adalah Negaraku".

Banyak hal yang ingin ku tanyakan padamu.
Apa kau tidak sanggup untuk menghidupi mereka?
Apa kau tidak butuh orang-orang seperti mereka?
Apa kau buta terhadap prestasi mereka yang menggoncangkan dunia?
Apa kau tuli akan suara mereka yang ingin membawamu untuk lebih baik?
Apa kau bisu untuk melantangkan suaramu bahwa mereka anak-anak bangsamu?
Apa kau memang sebaiknya membuang mereka dari tanah lahirnya sendiri?

Negaraku, 
Banyak sekali orang pintar yang rata-rata hanya mengkritik dan menjatuhkan dirimu.
Mereka banyak sekali, membuat sebuah kelompok kuat untuk kepentingan mereka.
Hanya sebagian kecil yang sadar dan dapat berpikir jernih untuk dirimu, 
dan selebihnya adalah palsu dan terbawa oleh arus.

Mereka yang bersorak untuk negara dan rakyat, 
kenyataannya hanya pemanis kata-kata nasionalisme saja.
Selebihnya, hanya untuk kelompoknya saja. 

Negaraku,
Orang-orang terbaik diluar sana tidak akan mengkhianatimu.
Dalam diri mereka menancap kuat sang merah putih.
Layaknya seorang perantau yang sangat rindu terhadap kampung halamannya.
Mereka tidak akan melepasidentitasnya, walau secara tertulis itu bisa dilakukan untuk pengakuan negara lain, namun dalam hati mereka maih memegang kuat sang merah putih.

Orang-orang terbaik di Luar sana akan kembali untuk merawatmu.
Membangkitkanmu, membebaskanmu dari belenggu kebutaan, kebisuan dan ketulian.

Jalan Pulang

Kehidupan ini hanya sebatas jalan pulang. Tak peduli sejauh apa itu jalannya, sebesar apa itu resikonya, sesusah apa itu rintangannya, yang terpenting adalah baca buku pedomannya.
Kehidupan mengajarkan kita untuk maju seiring berjalannya waktu yang tidak pernah bisa diputar kembali. Berjalan maju menuju jalan pulang dan bertemu dengan pemilik kehidupan.
Kehidupan memberi kita kesempatan untuk berbagi maupun mencuri. Dengan pedoman yang ada kita dapat memilih untuk melakukan yang terbaik, walaupun kondisinya sangat sulit. Karena badai pasti berlalu, hujan pasti reda dan matahari selalu kembali bersinar.
Kehidupan memiliki banyak rahasia yang belum terkuak. Seperti bumi dan langit yang selalu berdampingan memberikan kehidupan bagi penghuninya. Hujan yang turun tanpa tahu bagaimana dia akan kembali keawan. Air yang mengalir tanpa tahu bagaimana caranya sampai kelaut atau berakhir ditempat laainnya.
Pulanglah dengan cara yang terbaik, walau terkadang jalan yang ditempuh tidak sebaik apa yang telah kita rencanakan.

Popular Posts

Pages