Sabtu, 22 September 2012

Makna Imbuhan me- dan di- dalam Kehidupan.


Dalam pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar terdapat beberapa imbuhan yang biasanya dipakai dalam perubahan suatu kata menjadi kata kerja.salah satunya imbuhan awalan yang terdiri dari ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, ter-. Masing-masing kata yang mendapat imbuhan tersebut memiliki tingkat kegiatan yang berbeda. Seperti dalam kata makan yang mendapat imbuhan tersebut menjadi bermakan, semakan, memakan, dimakan, pemakan, termakan. Tetapi disini kita akan mengambil dua imbuhan awalan yang sangat berkaitan dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu me- dan di-.

Me- dan di- dalam imbuhan sebuah kata menunjukan suatu perbuatan yang aktif dan pasif. Sebagai contoh; Aku mencintai kamu (aktif) dan kamu dicintai aku (pasif). Dari kalimat tersebut menunjukan bahwa aku lah yang melakukan sesuatu, bukan kamu., dan kamu hanya sebagai objek yang merasakan bagaimana cinta itu diberikan oleh aku dan belum tentu kamu mencintai aku seperti aku mencintai kamu. Dua variabel yang saling mempengaruhi antara yang melakukan dan yang dilakukannya.

Tanpa kita sadari perbuatan yang kita lakukan terhadap orang lain setiap hari tidak jauh dari menyakiti dan disakiti baik sengaja maupun tidak sengaja. Semua tindakan kita akan selalu berdampak untuk diri kita pribadi maupun orang lain. Tidak ada suatu akibat tanpa adanya sebab. Sesuatu yang dilakukan dengan rencana pun tidak selalu berhasil apalagi tanpa adanya rencana.

Seseorang yang me-manfaatkan suatu kondisi lebih baik daripada seseorang yang di-manfaatkan suatu kondisi. Dengan imbuhan awalan me- dalam hidup yang diterapkan diatas, kita akan mengetahui sesuatu yang baru dalam hidup sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan. Imbuhan awalan me- dalam hidup menunjukan seberapa besar usaha kita, kerja kita dan aktifitas kita dalam menjalankan sesuatu. Imbuhan di- dalam hidup menunjukan suatu keadaan pasrah, menerima dengan apa adanya dengan perenungan mendalam.

0 komentar:

Poskan Komentar