Jumat, 09 November 2012

Jodoh itu Masalah yang Unik !



Sebuah rahasia yang belum tentu dapat dipecahkan oleh seseorang. Rahasia mutlak Sang Ilahi terhadap hamba-Nya ada tiga, yaitu; rejeki, jodoh dan mati. Kenapa hanya kata “jodoh” yang tidak berakhir dengan huruf “i”? Dari ketiga rahasia itu hanya jodohlah yang terlihat unik, mengesankan, penuh khayalan, harapan, rasa dan asa. Rahasia Ilahi yang belum dapat dipecahkan oleh semua manusia. Rahasia ini mendapat banyak perhatian bagi mereka yang ingin mendapat kepastian. Beberapa solusi banyak di sampaikan oleh para orang-orang bijak, namun bukan berarti bahwa rahasia itu telah terungkap. Solusi itu seperti;

Rejeki   : “Time is money”,”Siapa cepat dia dapat”,”Bekerja keras untuk hasil yang banyak”
Jodoh    : “Wanita baik-baik untuk pria baik-baik, begitu pun sebaliknya”
Mati       : “Manusia mati meninggalkan nama”,”Sudah tua bau tanah”

Kata-kata ungkapan diatas mengandung arti dari solusi ketiga rahasia tersebut dan mengandung pesan untuk berhati-hati dalm menjalaninya.

Rejeki, seseorang yang telah bekerja keras akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang dikerjakannya. Banyak sedikitnya hasil itu adalah jerih payah yang mengeluarkan keringat. Namun sebagian besar pasti menginginkan hasil yang lebih, agar dapat menikmati kelebihan yang didapat tanpa harus mengurangi bagian yang telah pasti untuk kebutuhannya. Banyak cara untuk mengambil rejeki yang telah disiapkan oleh Sang Maha Pengasih. Halal atau haram cara mendapatkan rejeki telah ada dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi apakah hanya banyaknya jumlah yang menjadi acuan bagi seseorang untuk menikmati hidup? Nilai utama rejeki terdapat pada keberkahannya. Keberkahan itu meliputi cara pengambilannya dan cara pengeluarannya. Apakah seseorang itu mendapat rejeki dengan cara yang halal atau yang haram? 

Apakah seseorang itu menggunakan rejeki untuk yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat atau hanya untuk dirinya?

Mati, seseorang pasti akan mati, tapi kapan dan dimananya tidak ada yang mengetahuinya. Sebuah rahasia yang disiapkan Sang ilahi untuk menentukan akhir riwayat hidup seseorang. Beragam sebab kematian seseorang akan terungkap setelah ada otang yang mati atau meninggal. Tanda-tanda kematian terlihat jelas ketika seseorang mengalami halusinasi yang aneh dalam aktifitasnya, seperti pembicaraan yang mengarah pada akhir hidupnya, wasiat yang terucap secara tidak sadar dan tidak ada lagi pandangan kedepan. Adapun factor umur adalah hal yang pasti dan tidak dapat dihindari, bahwa seseorang itu akan menua pada waktunya dan kemudian meninggal. Tua dan muda tidak menjadi jaminan seseorang untuk mendekati kematian. 

Jodoh, seperti “Arjuna mencari cinta”. Bagaimana seseorang tahu jika pasangannya itu adalah jodohnya? Banyak penelitian dan pemberian tanda-tanda bahwa orang tersebut adalah jodohnya, namun bagaimana seseorang itu dapat memastikannya, disamping sifat manusia yang pasti berbeda. Dalam pencarin jodoh ini, seseorang akan menemukan rasa kecewa dan pahitnya cinta ketika dimainkan oleh perasaan. Sebuah hubungan dapat terjadi apabila adanya daya tarik antara dua insan manusia yang saling memahami dan mengerti kebutuhannya. Pada awalnya mereka akan menduga bahwa pasangannya itu adalah jodohnya. Seiring waktu bergulir banyak perbedaan dan prasangka buruk terhadap pasangan yang mengakibatkan kandasnya hubungan mereka, dan akhirnya bukan jodoh mereka. Padahal sudah banyak waktu yang terbuang dan perasaan yang bermain pada kedua insan tersebut, komitmen yang menjadi bahan pengawet pun akhirnya membusuk dengan akhir yang tidak bersamanya.

Hukum Tuhan “wanita baik-baik untuk pria baik-baik, dan sebaliknya” itu pasti apabila menggantungkan harapan hanya kepada-Nya disertai dengan perbaikan diri dan usaha meraihnya. Namun hukum manusia memaksakan “aku harus bersamamu dan aku tidak bisa hidup tanpamu” walaupun selama berhubungan mengalami beberapa kali ketidakcocokan dan adanya yang terugikan. Kedua hukum tersebut berlaku kepada setiap manusia. Untuk mereka yang menggunakan hukum manusia dan berdoa kepada Tuhannya, maka permintaan itupun akan dikabulkan dengan segala resikonya, karena Tuhan itu Maha Pemurah dan Pengabul doa”. Disinilah uniknya dari sebuah hubungan kasih yang akan menjadikannya jodoh abadi.

Uniknya jodoh adalah ketika kita tidak memahami yang di butuhkan dalam diri sendiri. Sebagian besar manusia terperangkap dengan keinginan untuk memiliki seseorang yang dia suka, tanpa berpikir tentang kesamaan pribadinya yang harus saling melengkapi. Terbuai dengan pandangan pertama yang membuat mereka tergila-gila dan akhirnya berkomunikasi dengan memaksakan sesuatu yang tidak dia suka demi mengikuti seseorang yang disukanya. Akhir dari cerita mereka adalah pencarian diri mereka sendiri. Ketika keterpaksaan dalam hubungan awal yang mengakibatkan banyaknya perbedaan dan ketidakcocokannya, komitmen yang telah dibuat pun hanya sebagai garis batas perilakunya bukan dengan suka ria.

Jadi dimana jodoh itu berada? Terkadang jodoh datang disaat tidak dibutuhkan dan tidak ada sama sekali ketika dibutuhkan untuk menemani hari-hari. Terkadang jauh mencari jodoh ke ujung dunia dan ternyata ada didepan mata. Terkadang seseorang yang dipastikan berjodoh dengan semua kecocokannya, ternyata jodoh orang lain yang telah menunggunya.

Jodoh datang hanya pada hati yang tenang. Tidak adanya penghuni di hati selain Tuhan Yang Maha Penyayang. Ketika seseorang telah menemukan jati dirinya sendiri maka jodoh akan mendekat sesuai dengan kualitas yang dibentuk oleh pribadi itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar