Jumat, 26 Oktober 2012

Surga dan Neraka

"Jika surga dan neraka tak pernah ada? Masihkah kau memuji nama-Nya?" sebuah lirik dari sebuah lagu yan dinyanyikan oleh Dewa dalam judul "Jika surga dan neraka tak pernah ada?" mengandung pemaknaan yang mendalam terhadap garis kehidupan manusia. Sebuah teguran dari lirik tersebut mengenai tujuan akhir dari kehidupan manusia yaitu surga atau neraka atau ada yang lainnya.

Surga dan neraka diciptakan oleh Tuhan yang sangat adil untuk memberikan hukumnya kepada semua insan manusia. Semua kebaikan akan mendapat balasan surga, dan semua keburukan, kejahatan akan mendapatkan neraka. Inilah hukum Tuhan yang diberikan agar manusia senantiasa berbuat baik dan tidak berbuat rusak dimuka bumi ini.

Surga dapat disimbolkan sebagai kebaikan yang didalamnya terdapat kenikmatan, kenyamanan dan kesejahteraan bagi siapa yang mengerjakannya, begitupun sebaliknya dengan neraka yang menjadi sebuah simbol tempat dari semua keburukan yang didalamnya terdapat berbagai siksaan, kesengsaraan dan kesusahan yang sangat amat menyedihkan dan mengerikan sekali.

Keberadaan surga dan neraka menimbulkan keinginan yang sangat beragam. sesuai dengan apa yang diperbuat seseorang maka surga atau neraka yang menjadi tolak ukur melakukan sesuatu.

Dapatkah keberadaan surga dan neraka dirasakan oleh orang-orang yang masih hidup?
Jawabannya pasti "dapat". Seseorang yang masih hidup didunia dapat merasakan surga dan neraka dengan jelas. Orang-orang yang hidupnya bersih, berbuat baik, jujur dan taat pada aturan maka hidupnya akan tenang, sebaliknya dengan orang-orang yang berbuat jahat, nista, dengki, hasud, bohong dan khianat maka hidupnya akan jauh dari ketenangan.

Cara untuk mendapat surga dan neraka telah jelas disebutkan diatas, namun jangan sampai lupa kepada Sang Pemilik dan Pencipta surga dan neraka tersebut.

Terlarutnya seseorang dalam mengejar surga dan menjauhi neraka dapat menjadikannya lupa akan Tuhan Sang Pencipta. Seseorang dapat sombong dengan kebaikan yang telah dikerjakannya bila lupa akan Maha Penciptanya. Seseorang beribadah dengan sangat baik dan taat dengan ibadahnya sangtlah pantas untuk mendsapatkan surga, namun bagaimana jika Yang Maha Pencipta Surga tersebut tidak mengizinkannya masuk dengan amal ibadah yang dibawanya,akan tetapi masuknya ia ke dalam surga tersebut dengan Ridho Illahi-Nya.

Jika Ridho Illahi telah diberikan kepada seseorang yang dicintai-Nya, maka tak ada satu pun yang dapat menghalangi hamba Tuhan tersebut untuk memasuki surga-Nya.

Neraka yang diciptakan Tuhan adalah sebagai bentuk Kasih dan Sayang-Nya untuk orang-orang yang kotor dengan dosanya agar dapat membersihkan dosa tersebut dengan bakaran neraka. Setelah hamba Tuhan tersebut dicuci dan dibersihkan seluruh jiwanta didalam neraka, maka tempatnya kembali adalah kepangkuan Tuhan Yang Maha Esa, begitu pun yang telah merasakan nikmatnya surga, maka tempat kembalinya adalah Tuhan mereka.

Dalam kehidupan, tanpa disadari manusia Tuhan memberikan surga dan nerakanya secara nyata dan jelas, hanya saja sebagian besar manusia tidak sadar akan hal itu dan jauh melihat serta mengkhayal tentang sebuah surga yang kekal dan indah yang ada jauh di alam sana, yaitu akhirat.

Hal ini juga dapat terjawab dengan pertanyaan "Siapa aku?". Sadar dengan untuk apa "aku"diciptakan dibumi dan bagimana dengan balasan surga dan neraka. Apakah aku pantas ke surga atau neraka?.

Semua ketentuan Tuhan berlaku bagi semua makhluk hidup dan Maha Adil untuk memberikan balasan yang setimpal.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages