Senin, 15 Oktober 2012

Api Persahabatan

“Kecil menjadi teman, besar menjadi musuh”

Ungkapan yang digunakan untuk mengingatkan kita pada “api”. Hidup itu harus ada api dan air, dimana “api” dapat membakar dan “air”lah yang memadamkannya. Simbol kekuatan oleh api hanya dapat di kalahkan oleh kelembutan air. Api sebagai symbol keberanian, kekuatan, semangat bahkan siksaan.

Api yang bersahabat adalah api yang dapat kita manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, seperti memasak, membuat api unggun, dan menghangatkan tubuh dalam kedinginan. Namun api yang menjadi musuh nyata bagi manusia adalah api yang membakar segalanya dan membumi hanguskan apa yang kita punya. Api telah melahap semuanya tanpa pilih kasih. Kebakaran besar di akibatkan oleh api kecil yang tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga lalai penanganannya. Semakin besar api memakan segalanya tanpa pandang bulu. Api kemarahan yang tidak memandang sekitarnya ketika dia melahapnya.

Kobarkanlah api persahabatan demi berjalannya kedamaian dalam mencapai tujuan. Bukan kobaran api permusuhan yang dapat memakan korban dan memicu masalah lebih besar. Api semangat dibutuhkan seeorang demi memperkuat tekadnya dan memberi kekuatan lebih dalam menjalaninya. Jangan percikan api dalam sebuah sumbu-sumbu mercon yang akan menjadi batas waktu meledaknya suatu bom. Api kekerasan dimulai ketika suatu pertikaian tidak dapat diselesaikan dengan jalan perdamaian. Jangan hanya melihat dan menunggu api bahaya itu membesar dan meledakan semuanya, namun padamkanlah ketika itu masih kecil.
Sulitnya memadamkan api bahaya yang telah membesar mengajarkan kita tentang bagaimana bersahabat dengan api itu ketika kecil dan belum melahap semuanya.

Namun lain halnya dengan api-api semangat yang ada dalam diri. Api semangat itu merupakan persahabatan dengan api dalam diri yang menguntungkan. Bukan api kemarahan atau api dendam yang akan di keluarkan ketika diri sudah tidak dapat lagi bersahabat dengannya.

Jagalah api itu agar tetap bermanfaat untuk kita, baik api yang berada di luar maupun api yang ada di dalam. Nyata bagi kita ketika kobaran api semakin membesar. Padamnya api selalu meninggalkan bekas, apa pun itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.