Senin, 15 Oktober 2012

Lucunya Hukum di Negeri Ini





Maling ayam akan mendapat hukuman yang sangat mengerikan dalam masyarakat, digebuki, dipukul, diarak masa bahkan sampai dibakar hidup-hidup. Namun maling negara akan mendapat perlindungan khusus dan pelayanan super mewah. Inilah hukum yang ada dinegaraku. Sangat lucu sehingga sudah menjadi rahasia umum dah budaya yang sangal melekat pada masyarakat.

Sangat mengenaskan ketika kita melihat seorang maling atau pencuri yang benar-benar terpojok kebutuhan ekonomi. Nekat menjadi alat utama untuknya melakukan pencurian,agar kebutuhan ekonominya terpenuhi hari itu. Hanya untuk sesuap nasi dan kebutuhan perut keluarganya, dia menjadi maling kecil yang beresiko besar. Tidak memikirkan akibat yang akan didapatnya, yang ada hanya pikiran untuk makan keluarganya.

Semua orang pasti beranggapan bahwa mencuri atau maling adalah perbuatan yang tidak boleh dan dilarang oleh masyarakatnya. Dan itu tertulis diberbagai peraturan bahwa maling atau pencuri adalah perbuatan yang merugikan seseorang. Bagaimana dengan penyebab seseorang yang melakukan pencurian? Apa saja faktor yang yang membuat orang berani untuk mencuri?
Tidak peduli apapun alasannya dan latar belakangnya, mencuri tetap mencuri,mengambil hak orang lain tanpa bilang dan harus mendapatkan hukuman yang sebanding.

Pencuri kecil
Seorang bapak yang memiliki keluarga namun penghasilannya tidak cukup untuk menutupi kebutuhannya terpaksa mencuri untuk anak dan istrinya. Tidak ada pikiran lain selain anak dan istrinya dapat makan dan memenuhi kebutuhan lainnya seperti, biaya sekolah, membayar kontrakan, membayar hutang dan lain sebagainya.

Jalan hidupnya telah buntu dan tak tahu arah. Lingkungan sekitarnya sudah enggan menolongnya, memberikan pinjaman atau bantuan apapun, karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengembalikannya. Bapak tersebut sudah mencari pekerjaan yang layak demi menutupi kebutuhannya, namun masih saja kurang.

Dengan sangat terpaksa dan tidak ada pilihan lain, dia mencuri barang milik orang lain, lalu tertangkap basah oleh warga, dan kemudian warga main hakim sendiri tanpa menginterogasi bapak tersebut. Para warga menutup kuping terhadap alasan kebutuhan yang menyebabkannya berlaku seperti itu. Dan habislah badan bapak tersebut, sampai nyawa yang menjadi taruhannya.

Apakah lingkungan tidak dapat menolongnya demi terpenuhinya kebutuhan keluarganya? Sampai bapak tersebut nekad mencuri. Lingkungan hanya tahu perbuatan mencuri yang dilakukan bapak tersebut, tanpa mau tahu beban yang ditanggungnya begitu berat. Hanya merasakan tetapi enggan untuk membantu. “Sabar yaa, itu cobaan yang harus dihadapi, dan cobaan itu datangnya dari Tuhan yang ingin menaikan derajat keimanan seseorang” jawaban dari seorang alim ulama memberikan ketenangan sedikit di hati tanpa merubah kebutuhan tersebut.

Pencuri Besar
Para pejabat dan wakil rakyat yang seharusnya dapat memberikan ketentraman masyarakat yang dipimpinnya, menjadi pelaku utama dalam perlombaan kasus korupsi, memperkaya diri sendiri dan para kroninya. Seorang pejabat yang terlibat kasus akan segera merapatkan barisan menutupi dan membumi hanguskan kasusnya. Bagaimana pun caranya kasus tersebut harus tuntas dan tidak boleh tersebar ke masyarakat.

Modal yang dibutuhkan untuk menjadi pejabat dan wakil rakyat sangatlah besar. Tak heran bagi mereka untuk merebut bangku kekuasaan dengan segala caranya. Banyak persetujuan kerja sama dalam memperoleh bangku jabatan. Bagi mereka, jabatan kekuasaan adalah lahan basah yang dapat menghasilkan uang untuk kemakmuran dirinya dan sekutunya, bukan untuk masyarakat pada umumnya. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Bukan lagi untuk menolong yang lemah, tetapi menindas kaum yang lemah.

Cara yang dimainkan mereka dalam pencurian besar-besaran ini sangatlah cantik. Semua urusan selalu tersembunyi dan menggunakan kode untuk berinteraksi sesamanya. Mereka sangat berbeda dengan pencuri kecil yang hanya bermodalkan niat nekad, namun mereka membuat siasat dan strategi guna menutupi pencurian itu. Banyak pihak yang bermain dalam pencurian besar-besaran ini, dan yang lebih heran lagi para penegak hukum, pihak yang berwenang untuk mengamankan, mengayomi dan melayani masyarakat melindungi seseorang yang memang benar-benar terlibat dalam kasus besar.

Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut” alasan klasik untuk mengungkapkan siapa saja para pelaku yang melakukan korupsi. Bisa saja kesepakatan yang telah dibuat mengulur waktu dalam persidangan. Rumit sekali bila kasus tersebut dapat ditangani dengan tuntas. Kemungkinan besarnya, para pelaku dan pendukungnya ada dalam lingkaran mereka, yang sedang bersama-sama merencanakan sebuah sandiwara public yang akan ditampilkan keseluruh masyarakat.

Hasilnya, banyak pihak yang terlibat, sangat banyak hasil pencurian yang mereka lakukan dan tertutupnya hukuman dengan keputusanyang sangat tidak adil. Tertangkap basahnya mereka didepan masyarakat tidak ada yang berani menyentuhnya apalagi memukulnya bahkan sampai mati. Mereka dengan kekuasaannya dan kekayaaannya hasil korupsi dapat membeli perlindungan hukum dan membeli aturan yang ada dalam penegak hukum.

Ketika mereka diputuskan telah bersalah dan menerima hukuman penjara serta denda yang harus dibayarkan, mereka masih bisa menghirup udara bebas diluar jeruji besi. Kroni-kroni merekalah yang menjamin kehidupannya dan keluarganya selama menjalani masa hukuman, beda dengan pencuri kecil yang tidak dapat jaminan dari siapa pun.

Bayangkan bila pencuri besar ini merajalela dan tumbuh berkembang dalam negeri ini. Hal ini akan menjadikan sebuah benalu dalam masyarakat. Dimana masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa dipralat oleh pihak yang haus akan tahta dan harta.

Lucu sekali bila hukumnya begini,
“Maling kecil di pukuli bahkan di bakar masyarakat, dan Maling besar di lindungi oleh aparat.” 

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.