Jumat, 14 September 2012

Dunia Tidak Akan Menyerah Untukmu


Saya teringat tentang film berjudul Over The Top yang dibintangi oleh Sylvester Stallone dalam mendidik anaknya. Sebuah pesan yang sangat saya ingat dari Sylvester Stallone yang berperan sebagai ayah dalam film tersebut adalah "Dunia Tidak Akan Menyerah Untukmu". Pesan ini disampaikan kepada anaknya yang takut dengan anak muda berbadan lebih besar dari dia untuk "adu panco" di dalam sebuah Bar.

Nilai pelajaran yang dapat diambil dalam film ini adalah sebuah kehidupan yang keras didalam perjalanan. Anaknya hidup dengan Ibunya dan Kakeknya dalam keadaan yang serba ada, bisa juga dibilang mewah. Dan Ayahnya si Sylvester Stallone hidup mengembara sebagai supir truck pengirim barang.Jalan hidup mereka pasti banyak perbedaan.

Disini Sylvester Stallone diberi kesempatan oleh istrinya yang sedang sakit untuk mengajak anaknya liburan bersamanya. Kesempatan yang bagus untuk mendidik anaknya dalam kehidupan yang keras dan nyata. Mereka melalui perjalanan keras untuk dapat bertahan hidup tanpa megandalkan orang lain. Disinilah nilai-nilai kehidupan itu didapat, yang tidak akan pernah didapat dibangku sekolahan. Dia mengajarkan anaknya agar menjadi laki-laki yang tangguh dan kuat.

"Dunia ini Tidak Akan Menyerah Untukmu" sebuah pesan yang membangkitkan semangat dalam menghadapi kenyataan, walaupun kenyataan itu sangatlah berat buatnya. Ayahnya seorang supir truck pengangkut barang senang juga untuk berjudi "adu panco", ajang untuk menunjukan kekuatan melalui otot. Mental sang anak dilatih selama perjalanan untuk menjadikannya anak yang kuat dan tidak cengeng.

Dunia Tidak Akan Menyerah Untukmu
Apakah dunia ini berhenti untuk menunggumu berjalan sampai berlari?
Apakah dunia ini akan menghentikan cahaya matahari yang akan membakar kulitmu?
Apakah dunia ini terlalu kejam untuk memberimu kehidupan?
Apakah dunia ini akan mejadi musuhmu dalam mencapai semu keinginanmu?
Apaka kamu dan dunia ini sudah saing bersahabat dan saling bermanfaat?

Kerasnya dunia disebabkan oleh mental kita yang terlalu lembek dan cengeng. Para penghuni dunia memiliki usaha yang tiada henti untuk memperkaya dirinya masing-masing tanpa melihat sekeilingnya. Kekerasan dalam hidup mulai bermunculan ketika semua oang tidak merasakan kenyamanan. Dan untuk mereka yang menyerah dengan dunianya, akan terbuai dengan kenikmatan sesaat tanpa melihat dan merasakan bagaimana sulitnya hidup orang-orang yang dibawahnya, yang akhirnya menimbulkan segala macam penindasan.


Dunia ini tidak akan menyerah untukmu, maka lawanlah dengan persahabatanmu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages