Senin, 23 Desember 2013

Aqidah > Ibadah > Akhlak

"Innamal 'amalu biniat"
Amal itu diawali dengan niat !


Semua yang kita lakukan harus berdasarkan keyakinan yang kuat. Ketika kita yakin akan sesuatu itu baik untuk di lakukan, maka jalan yang tebuka pun mwngantaarkan kita ke arah ke baikan dan yang akan di dapat semuanya penuh dengan kebaikan. Begitu pun sebaliknya.

Keyakinan seseorang terdapat dalam aqidahnya yang kuat. Aqidah sebagai tempat bersatunya keyakinan sehingga apa yang akan dilakukan sesuai dengan yang duharapkannya. Jika Aqidah kita kuat, maka nilai-nilai ibadah kita akan semakin bermakna, tidak kosong dan tidak hanya mengutamakan bentuk luar yang dapat dilihat oleh mata manusia. Namun, akan memancarkan jati diri yang tidak mudah goyah oleh hasutan orang.

Setiap kegiatan kita mengandung nilai ibadah jika kita mengetahui manfaatnya. Sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain akan senantiasa tersebar menjadi nilai-nilai kehidupan yang agung, seperti pola kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ibadah yang didasarkan dengan keyakinan yang kuat akan mengantarkan kita pada tingkat kekhusukan tertinggi, yang mana adanya interaksi yang kuat dari hamba kepada Sang Penciptanya.

Ketika ibadah kita telah khusyuk dan nyaman untuk selalu berinteraksi kepada Sang Pencipta, maka setiap aktifitas akan selalu tertuju pada-Nya. Tak ada yang bisa menghentikan jejak langkahnya untuk menuju derajat ketaqwaannya. Semua ini akan menghasilkan akhlak yang mulia, yang mana semua aktifitasnya selalu mengandung arti dan penuh makna, unttuk dapat diikuti oleh orang-orang yang masih dalam keraguan. Seseorang yang memiliki akhlak yang mulia selalu dapat menyelesaikan masalahnya dengan mudah, karena dia percaya bahwa Tuhannyalah satu-satunya penolong baginya.

Semua ini adalah proses dimana seseorang ingin memiliki akhlak yang baik, maka harus didasari dengan aqidahnya yang kuat, sebagai akar dari pohon-pohon yang besar, yang menghujam kedalam tanah untuk menghasilkan batang-batang yang kuat. Kemudian diikuti dengan ibadahnya yang kuat dan benar, sehingga nilai ibadahnya hanya untuk ke satu tujuan yaitu Sang Pencipta, bukan ke yang lain, maka ini sebagai batang pohon yang ttumbuh dengan kokoh dan kuat. Setelah itu akan tumbuhlah akhlak-akhlak yang baik, yang terpuji, yang dapat mengantarkan seseorang ke derajat taqwa yang sesuangguhnya, ini seumpama daun dan buah dari pohon tersebut, dapat dirasakan diri sendiri dan orang lain, dan yang pasti banyak manfaatnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages