Senin, 26 Oktober 2015

Hanya Bertemu

Hanya bertemu Kamu lah,
Lidahku membeku bisu
Pandanganku kabur berlinang air mata
Kepalaku tertunduk tak mampu menghadapMu
Mataku berkaca tanpa batas lepas 
tak kuat aku menatapmu,
Maaf, aku harus menundukannya. 

Hanya bertemu Kamu lah,
Jantungku berdetak seperti ingin meledak
Jiwaku sesak seiring isak tangis yang tertahan
Darahku berhenti mengalir dan bermuara pada satu titik penghabisan
Pikiranku hilang tak dapat menganalisa kehadiranMu
Hatiku tak henti-henti menyebut namaMu
Dalam sunyi sepi hingga hingar binar ku berdoa.

Hanya bertemu Kamu lah,
Badanku bergetar menggigil hebat
Tubuhku lemah tak mampu menopang dosa
Kakiku lumpuh tak berdaya untuk jalan
Punggungku kaku menahan beban kesalahan kepadaMu

Aku akan menemuiMu
Kita akan duduk berdua sambil memandang senja
Bercanda dan tertawa tentang hal-hal keunikan kita
Bercerita dan bernostalgia tentang cerita-cerita lama
impian, angan dan rencana besar tentang surga kita
Bukankah kau ingin membuat surga kecil itu untuk kehidupan kita?

Jangan menangis! Aku mohon.
Aku tak mampu melihat air matamu terjatuh
Sesak nafasmu di hadang isak tangis yang menghujam hatiku
Dan detak jantungMu yang semakin cepat
Hingga mulutmu pun tak mampu berucap di hadapanku

Tersenyumlah !
Seperti setiap pertemuan kita.
Senyum itu lah yang membuatku tenang dan melihat surga dimatamu
Bercandalah dan bermanjalah seperti kita lupa bahwa kita bukan anak-anak lagi
Menyanyikan laku taman kanak-kanak lalu kita tertawa dan bertepuk tangan bersama

Kirimkan aku doamu, doa dari hati bersih yang telah lama kucari
Doa yang sering aku terima ketika beban berat ada di punggungku
Doamu yang memberikan ketenangan batinku,
ketika kenyataan tak sama dengan harapanku.
Doamu yang memberikanku banyak harapan melalui syair kehidupan
Doa yang sampai saat ini masih terngiang dan tertanam dalam hati.

Kau pernah membacakan surat suci dari firman Tuhan,
sebelum kita mengikatkan janji untuk membangun masa depan bersama,
Dan aku hanya membaca surat pengasih pada saat yang sama,
hingga akhirnya aku mantap untuk membuka kembali hatiku

Kau berhasil menyembuhkanku dari luka lama, Selamat.
Tapi maaf, kau tidak mendapatkanku dalam keadaan utuh seperti semula
karena sayapku telah patah satu dan tubuhku mengecil ringkih
Namun kau menerimanya dengan tulus waktu itu.
Aku sangat bersyukur, diriku yang telah lama tertidur kini mulai terbangunkan lagi
Bersiap untuk menyongsong dunia, menggenggam fajar dan memeluk senja.

Aku berdiri kokoh dan berjalan gagah, karena kau yang membuatku hebat.
Usaha, kesabaranmu, ketulusanmu serta doamu yang membuatku jadi seperti ini.
Aku lemah dihadapanmu, dan manja
bagaikan anak kecil yang haus dekapan sayang sang ibu.

Aku sering lupa saat special bersamamu,
Lupa saat kita pertama kali jumpa,
Lupa saat kau bilang hari ini tanggal berapa,
Lupa segalanya tentang masa lalu yang telah kau kubur saat itu
Karena setiap saat bersamamu itu lah anugerah special yang Tuhan berikan kepadaku,
hingga aku lupa waktu dan ingin selamanya menghabiskan waktu denganmu.

Namun Tuhan berencana beda,
Dia berikan waktu kita hanya sekejap saja dan hanya sebentar.
Memberikan jalan agar kita harus tetap berjalan menggapai impian walau tak bersama.
Kau terlepas dari pelukanku, dan kau berlabuh dengan pria yang jauh baiknya denganku.
Pria yang bisa berbicara kepada orng tuamu
Pria yang beragama kuat dan berkeluarga taat agama
Pria yang menjadi idola dari para orang tua yang memilki putri
Pria yang bisa membuatmu aman dan nyaman
Pria yang dapat membasahi hatimu dengan ayat-ayat Tuhan, hingga berlinang air matamu
Pria yang sangat menginginkanmu
dan akhirnya,
Kau hanya bisa bilang semua ini sudah Tuhan yang mengaturNya.
Bukan salah pria itu dan bukan salah kamu, hanya saja Tuhan punya rencana ini

Hampir aku tak percaya apa yang Tuhan tentukan saat itu,
Sampai setiap malam aku protes kepadanya dan bertanya-tanya,
"Apa lagi yang akan Kau tetapkan kepadaku Tuhan?"
"Kau rubah impian surgaku menjadi neraka bagi hatiku yang malang ini"
"Sepertinya Kau senang melihat hambamu yang hina dina ini
meratap dan menyerah dihadapanmu"
"Hingga habis kata-kataku Kau buat, tentang jalan hidup ini"
"Tentang semua kepastianMu yang membuatku lemah tak berdaya"
"Berpikir keras tentang keputusanMu, mempelajari apa yang Kau mau, dan berakhir diam dengan takjub"
"Aku angkat tangan, dan menyerah dengan semua pikiranku tentangMu"
"Hingga sajadah ini basah oleh air mata dunia yang tak sepantasnya Kau lihat"
"Lalu aku tersenyum kembali, sambil merasakan hangat peluk kasih dan sayangMu"

Akhirnya aku titipkan kembali semua doa dan salamku kepadaMu,
Hingga keajaibanMu mempertemukan aku dan dia kembali, dengan keadaan apapun.
Baik dalam keadaan hina maupun mulia.
Jika dia memang nama yang kau sandingkan untukku, dia akan kembali kepadaku dengan seizinMu.
Nama yang akan aku bawa untuk bertemu kembali kepadaMu.
Jika tidak, Kau pasti memebrikannya yang terbaik.
Hingga aku, Kau dan dia dapat bercengkrama mesra dibawah Rahman dan RahimMu.

Kuserahkan semua ini untukMu, mengingat aku juga milikMu,
Bagaimana aku bisa memilikimu?
Sedangkan aku tidak punya apa-apa dan diri ini milikMu yang Maha Mulia.



0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.