Rabu, 23 Desember 2015

Sepatah Terima Kasih

Terima kasih kepada ruang dan waktu. Kalian telah setia menemaniku seperempat abad lamanya. Entah bagaimana keadaannya, hanya kalian yang dapat menuliskannya dalam bingkai masa lalu.
Terima kasih kepada orang tuaku. Setengah dari umur kalian telah menjadikanku seperti sekarang ini. Mengajarkanku tentang kehidupan dan kasih sayang. Malaikat kecil yang nyata selalu mengingatkanku akan kejujuran dan perjuangan. Tentang “Kebenaran” atau “Pembenaran”. Nama kalian selalu tertanam dalam doa, begitupun yang kalian lakukan kepadaku. Terima kasih.
Terima kasih kepada adik-adikku. Entah bagaimana aku harus membuka masa depan kalian. Apapun jalannya, kalian harus tetap bergandengan tangan. Memeluk orang tua dengan air mata bahagia.
Terima kasih kepada guru-guru. Entah guru yang mana, aku tidak peduli. Baik kau yang mengajariku tentang kejahatan atau pun kebaikan. Aku akan menyimaknya dengan seksama. Tapi masalah keputusan, semua ada di tanganku. Terserah kau akan menganggapku murid yang seperti apa, aku hanya bisa tersenyum dan melanjutkan pembelajaranku kemana arah mata memandang dan telinga mendengar. Aku akan tetap belajar.
Terima kasih kepada semua orang yang pernah ku temui. Semoga pertemuan kita, memberikan peluang dan jalan kemana kita harus pulang. Untuk orang-orang yang sedang ku temui dan yang akan aku temui, sambutlah kita dengan sebuah senyuman hangat, agar perjalanan kita terasa lebih ringan, dan dapat kembali pulang dengan keadaan senang. Jika suatu saat harus berpisah, kau lah yang akan menghiasi museum sejarah kehidupanku.
Ya Allah Ya Tuhanku, Semoga Kau masih mau menganggapku sebagai hamba-Mu.
Karena Kau adalah alasan dari semua kata Terima Kasih ini.
~ baramahesa - 25th

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.