Sabtu, 02 Januari 2016

Matahari, Bulan dan Bintang

Hidup ini hanyalah sebuah perjalanan panjang. Kematian adalah ujung dari perjalan yang sekarang sedang kau tempuh. Alam lain pun pasti ada, tapi aku tidak bisa membayangkannya. Begitu indah untuk ku nikmati, dan begitu takut untuk aku rasakan. Berjalanlah pada keyakinan yang ada. Keyakinan akan kebaikan-kebaikan yang mampu kau berikan dan yang akan kau dapat.

Matahari,
Matahari merupakan pendamping dalam perjalanan yang paling setia. Dimana matahari akan selalu menemanimu kemana pun kaki kau melangkah. Baik kau setiap pagi melihatnya atau tidak, matahari akan tetap bersinar, memberikan sebuah semangat untuk melanjutkan perjalanan. Sambutlah dia dengan senyuman, dan peluklah sinarnya yang hangat merasuk ke tubuh, hingga cucuran air membuat kau duduk sejenak dengan nafas yang tersengal.

Kadang dia bersahabat, kadang juga tidak. Jika dia sedang marah, lamanya sinar yang dia keluarkan akan mengeringkan sebagian bumi, hujan pun takut untuk turun memberikan kesejukan yang telah lama dinanti bumi.
Bagaimanapun itu, matahari tetaplah matahari, tidak akan tertukar cahayanya yang menyilaukan mata, dan panasnya yang membakar kehidupan.

Bulan,
Bulan memiliki bentuk yang unik. Kadang dia nampak seperti bola cahaya besar di malam hari. Kadang dia nampak hanya setengah lingakaran dari yang biasanya. Dan kadang dia nampak hanya mengintip seperti sabit.
Bagaimama pun itu, bulan tetaplah bulan, dengan segala keindahan bentuknya yang tulus bersinar menerangi malam.

Bintang,
Bintang hanya berkedip melihat isi bumi. Bentuknya hanya nampak seperti cahaya kecil yang berkedip manja oleh Sang Bumi. Banyak rasi dan gugusan bintang tersebar diatas, bagai pasir yang menyala diantara gelapnya malam dan akhirnya memberikan keindahan yang sangat damai bila di pandang. Bintang menjadikan simbolnya untuk sesuatu yang nomor satu dan terkenal.
Bagaiman pun itu, bintang tetaplah bintah. Tidak dapat bersinar tajam layaknya matahari, dan tidak dapat bersinar lembut bagaikan bulan. Dia hanya berkedip genit untuk menghibur malam dengan menari-nari di atasnya.


0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.