Senin, 04 Januari 2016

Panggung Sandiwara

Jika hidup itu adalah panggung sandiwara, maka bersiaplah mengambil peran untuk melakoninya. Kita semua adalah aktor utama dalam setiap jalan cerita yang kita punya. Orang-orang yang kita temui bisa jadi hanya figuran yang hanya lewat, bisa juga sebagai pemain utama yang dapat mempengaruhi hidup kita. Ini hanya masalah peran. Baik dan buruk peran tersebut akan kita jalankan.

Apakah setiap peran yang kita mainkan semuanya menjadi orang baik, jagoan sakti dan pahlawan tanpa jasa?

Sekali lagi tidak. Kita pasti memainkan peran yang baik dan jahat dalam setiap episode yang sudah ditentukan. Terkadang kita merasa sudah berperan sangat baik dan merasa benar akan sesuatu, tetapi tidak dalam persepsi lawan main kita. Sehingga benar dan salah itu hanya fatamorgana, tergantung dari sisi mana kau melihatnya.

Baik dan jahat, tawa dan tangis, sedih dan gembira, senang dan susah, kaya dan miskin, jujur dan bohong, percaya dan khianat, hitam dan putih, adalah bumbu dari cerita yang akan kita mainkan. Hanya malaikat yang tidak dapat melakukan dua hal tersebut dalam satu kali putaran hidup, dan manusialah yang mampu untuk melakoninya. Skenario tersembunyi dari Zat yang Maha Mengetahui.

Jika hidup ini hanya panggung sandiwara, berusahalah berperan menjadi orang paling baik dan berguna bagi pemeran lainnya, walau hanya berperan sebagai tukang sapu jalanan yang setiap pagi membersihkan jalan-jalan utama ibu kota. Memang terlihat rendah dari segi profesi, namun manfaatnya sangat dapat dirasakan oleh banyak aktor lainnya.

"Jika hidup ini hanya panggung sandiwara, berusahalah berperan menjadi orang baik. Berperan sebagai orang baik tidak lama, hanya sampai mati saja. Jika besok kau mati, peranmu selesai. Dan semesta akan mengangkat cerita tentang dirimu untuk diperankan oleh aktor selanjutnya."

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages