Kamis, 11 Februari 2016

Ada Apa Dengan Kita?

Ada apa dengan kita?
Kita yang lahir tanpa membawa apa-apa dan mati juga tidak membawa apa-apa. Lalu, kenapa kita merasa paling paling dari semuanya. Hanya keangkuhan yang akan timbul sejalan dengan pemahaman sempit yang selalu dipertahankan. Dan kemudian melihat indahnya dunia hanya dari kaca mata hitam.

Ada apa dengan kita?
Kita yang paling suka berkumpul dan bercerita satu sama lain, tiba-tiba memanas ketika cerita kita tidak sepaham, lalu terdiam sejenak dan saling menyimpulkan satu sama lain yang kemudian menghilang, mencari kawan sepemahaman.

Ada apa dengan kita?
Hal-hal yang kecil masih suka diperdebatkan. Membela sesuatu yang mungkin bisa benar atau salah dengan begitu membaranya, tanpa telaah lebih mendalam mengenai hal tersebut. Boleh jadi yang kita bela salah, boleh jadi juga benar. Namun jika benar, bukan berarti yang salah itu terus dipojokan lalu divonis selalu salah tanpa diberi arahan pada kebenaran.
Menyalahkan itu pekerjaan paling mudah dengan kaca mata yang masing2 orang pakai, namun memperbaiki kesalahan itu jauh lebih baik.

Ada apa dengan kita?
Satu pegangan namun beda cara pegangnya. Dan mulai satu sama lain memaksakan cara pegang tersebut. Mana yang bertahan lebih lama, kuat dan menguatkan, mana yang tidak.

Ada apa dengan kita?
Satu tujuan namun beda jalan, beda cara berjalannya dan beda kecepatan, namun masih dibilang salah tujuan. Tujuan satu yang kita tuju sama namun jalan yang kita tempuh beda tidak akan merubah tujuan tersebut bukan? Dan memaksakan satu jalan untuk sampai pada tujuan yang sama bukanlah hal yang tepat untuk membuat orang lain berkembang, dan bahayanya lagi malah dicap sesat karena tidak mau mengikuti jalannya. Mungkin ada yang senang lewat jalan tikus agar cepat, ada juga jalan raya besar dan ada juga jalan tol untuk mencapai tempat tujuannya. Ada yang suka menggunakan mobil, motor, kereta dan sebagainya, ada juga yang suka berjalan kaki sembari menyapa hangat sebentar dalam perjalanannya mencapai tempat tujuan.

Ada apa dengan kita?
Apakah otak kita ini terbatas untuk memikirkan hal-hal yang jauh, bahkan diluar dari pikiran manusia pada umumnya. Seperti berpikir bahwa alam semesta ini luas, bagaimana bisa mengunjungi bulan, bagaimana dimasa depan manusia dapat berkomunikasi dengan mudah, bagaimana bencana itu datang dengan telaah yang benar-benar telah diteliti sebelumnya, dan masih banyak lagi.  Bukankah otak kita ini sangat spesial yang telah Tuhan kepada kita jauh lebih baik daripada makhluk yang lainnya.

Ada apa dengan kita?
Apakah kelompok kita sebegitu jijiknya melihat kelompok lain yang tidak satu paham dengan kita dalam hal-hal kecil, yang selama ini kita berjalan pada agama yang sama, pedoman yang sama dan tujuan yang sama. Ayolah kawan, Tuhan pernah merasa jijik pada hambanya, bahkan pada hambanya yang benar-benar menjijikkan, Dia selalu memberikan kasih sayangnya dengan penuh.

Ada apa dengan kita?
Apa kita lupa, jika kehidupan ini adalah jalan kembali pulang?

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages