Rabu, 11 Januari 2017

Manusiawinya

Manusiawinya adalah manusia sangat senang dengan pujian dan benci terhadap hinaan. Padahal manusia tercipta dari sebuah kehinaan, ketika sperma menemukan ovum, disanalah awal mula terbentuk manusia. Terbuat dari tanah dan akan kembali ketanah. Tanah sebagai tempat berpijaknya manusia, namun tak ada satu pun manusia yang sudi dipijak.

Manusiawinya adalah manusia tidak suka untuk disalahkan dan mereka memiliki seribu alasan untuk mengelaknya, bahkan ada yang berlindung dibalik ayat-ayat cinta suci.
Padahal manusia adalah tempatnya salah dan lupa, yang setiap kali diucapkan di mimbar suci dengan banyak manusia lain yang mendengar "jika ada kesalahan itu datangnya dari saya, selaku manusia biasa, dan kebenaran itu hanya datang dari Illahi ......  ". Lalu tak heran jika manusia lupa akan hal ini.

Manusiawinya adalah manusia akan berusaha untuk membalas semua perbuatan yang diberikan oleh manusia lain kepadanya, membalas dengan kebaikan ataupun keburukan. Baik dibalas dengan kebaikan dan buruk dibalas dengan keburukan. Dan hebatnya untuk membalas keburukan yang paling banyak diminati oleh mereka. Tolak ukurnya mudah, hanya berfokus pada benar dan salah menurut keyakinannya, dan mengesampingkan solusi untuk memperbaikinya secara baik-baik dan kekeluargaan. Sedangkan Sang Maha Pembalas pun duduk terdiam dan melihat manusia-manusia ini dengan tersenyum.

Aku hanya berlindung kepada Kau yang memiliki 99 nama indah, yang juga merupakan sifat-sifat dariMu. Dalam doaku, semoga dapat belajar memanusiakan manusia dengan 99 nama Mu.
Rasa, cinta, kasih, sayang, kedamaian, ketentraman dan ketenangan untuk bersanding kepadaMu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages