Jumat, 24 Maret 2017

Jadi yang Tidak Terlihat

Saya masih ingat terhadap pesan orang tua bahwa jika berbuat suatu kebaikan jangan pernah diumbar-umbar atau disebarkan agar orang lain tahu, jadilah pemberi yang tidak terlihat. Masalah ganjaran dan balasan, biar Tuhan yang mengaturnya, dan kamu harus melanjutkan berbuat baik kepada siapa pun, dimana pun dan kapan pun.

Dewasa ini saya melihat banyak sekali orang-orang yang ingin menampilkan dirinya. Agar terlihat eksis berbuat baik, dan memaksa orang-orang yang melihatnya untuk mengakui keberadaan dirinya. Segala sesuatu yang dia perbuat disebarkan ke orang lain agar mereka semua mengetahuinya. Sebaran melalui sosial media yang dapat membuat orang memiliki banyak dugaan. Seseorang dapat terlihat hebat ketika dia selalu memposting dirinya dalam berbagai kegiatannya. Kegiatan baik yang harusnya dengan ikhlas membantu orang, dapat terpelintir menjadi alat simpati dan empati bagi orang yang melihatnya.

Positifnya seseorang yang selalu menyebarkan kebaikan dengan cara untuk dilihat orang adalah agar yang lainnya termotivasi untuk ikut teladannya. Namun, harus disadari bahwa mereka juga manusia biasa, tak luput dari kesalahan dengan beragam pandangan. Kebaikan yang terlihat pun tidak semuanya baik untuk menampung pendapat orang lain.

Negatifnya seseorang yang selalu eksis untuk kebaikan demi terlihat orang lain sangatlah banyak. Karena hal ini dapat memberikan sudut pandang yang berbeda bagi setiap orang. Apalagi jika pelaku tersebut adalah publik figur, calon pemimpin dari suatu daerah. Yang mana setiap tindak perilakunya menjadi bahan peperangan bagi kubu lawan. Mereka akan saling tikam dan menjatuhkan, tanpa ada lagi yang memperdulikan hakikatnya sebuah kebaikan.

Jadilah yang tidak terlihat. Ketika selalu melakukan kebaikan dengan cara yang sembunyi-sembunyi maka puas sudah kita melihat kebaikan itu tumbuh menjadi hakikatnya sendiri. Yang menerimanya pun merasa sangat terbantukan karena tidak menjadi objek dari kebaikan tersebut, tetapi menjadi subyek yang harus dia kembalikan dikemudian hari, dengan orang yang berbeda.

Jadilah yang tidak terlihat. Seperti malaikat yang selalu menjalankan tugasnya, tanpa dapat dilihat siapapun. Malaikat yang selalu mengepakan sayapnya, agar seimbangnya manusia berjalan menuju Tuhannya.

Jadilah yang tidak terlihat. Ketika setiap orang ingin menonjolkan dirinya ke dunia, dan kau malah menggali kubur sedalam mungkin agar tetap ingat tempat peristirahatan terakhirmu.

Jadilah yang tidak terlihat. Suatu saat nanti, namamu akan selalu terdengar dari mulut ke mulut, hingga orang-orang hanya mengetahui legendamu saja, tanpa mengetahui orangnya. Itulah keabadian yang selalu berjalan. Tak pernah padam. Tak pernah mati. Tetap berjalan dengan hembusan angin.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Pages

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.